Melawat ke Kota Seribu Angkot beserta KRL

Melawat ke Kota Jug gejag gejug gejag gejug Kereta berangkat Jug gejag gejug gejag gejug Hatiku gembira Barangkali sepotong syair berirama Melayu itulah yang selalu terngiang pada benak para penumpang kereta barah. Dengan tanpa mengurangi simpati terhadap para korban bertumbuknya KRL lawan truk tangki pada Bintaro, pengalaman berikut mungkin dapat menyuguhkan betapa bermanfaatnya Si Ular Besi menjadi penghubung antar area.

Minggu pagi yang cerah, stasiun kereta Cikini sudah terhampiri. Setelah melewati gerbang elektronik yang baru pada lantai dua, maka  hojrong..hojrong…baja berpilin pun beringsut meninggalkan ibukota.

Kesemrawutan masih disajikan begitu para penumpang digiring keluar melalui pintu selatan Stasiun Bogor.  Mantan penumpang yang hendak ke arah barat mungkin lebih beruntung. Akan akan tetapi, bagi yang hendak ke arah Kebun Raya serta sekitarnya: selamat menikmati ketidakberaturan. Penumpang dipaksa 'melawan' PKL juga angkutan awam yang mengetem.  Melelahkan serta menjengkelkan.

Tempat Menarik

Di seputaran Stasiun Bogor yang berangka tahun 1902, pewisata jalan kaki dapat merambahi aneka macam kawasan menawan misalnya:Kebon Raya, Istana Bogor, Museum Biologi, Masjid Agung, Gedung Balaikota, Hotel Pakuan, Taman Topi,  atau bahkan sekedar mengamati bangunan stasiun.

Bagi yang kuat jalan kaki atau mencoba menghayati angkutan awam,Si Raja Jalanan,  masih dapat menjelajah Pasar Anyar, aneka macam Factory Outlet, Pabrik tas pada Tajur atau bahkan ke arah Gunung Salak.

Tak perlu kuatir kelaparan. Di Bogor kita dimanjakan dengan aneka macam hidangan yang uenak.  Ada soto mie, asinan, makanan Sunda, roti unyil serta seabrek yang lainnya. Bagi yang sempat, makanan dari tempat tinggal pula mengasyikkan lho!

Berpuas menjelajah seputar Bogor, kembalilah kita ke kehidupan konkret: Jakarta. KRL pun kita rasakan lagi. Sore itu penumpang masih nampak teratur serta tertib. Di dalam gerbong, kita sempat terkesiap: ada kenaikan pangkat bahkan berikut produknya ikut bergelantungan pada kabin penumpang.

Bravo kereta barah Indonesia dengan ABKnya!